oleh

Pengajian Rutin Otorita IKN Tekankan Syukur dengan Menghindari Pemborosan

NUSANTARA – Rasa syukur atas nikmat Allah SWT perlu diwujudkan melalui perilaku sederhana dan tidak boros dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Dr. H. Rusdi Abdullah, M.S.I., dalam pengajian rutin bulanan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bertema “Be Grateful, No Wasteful: Bersyukur dengan Tidak Berperilaku Boros” di Kantor Otorita IKN, Nusantara, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama pimpinan, pegawai, dan mitra kerja.

Rusdi, dosen tetap Program Doktor (S-3) Studi Islam UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, menjelaskan bahwa rasa syukur tidak cukup diungkapkan melalui lisan, tetapi juga harus tercermin dalam cara seseorang menggunakan harta, waktu, tenaga, pangan, air, dan berbagai fasilitas yang tersedia.

Baca Juga  115 Unit Kendaraan Listrik Siap Amankan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo

Menurutnya, setiap nikmat merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 31 yang artinya, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Ajaran tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sikap hemat bukan berarti mengabaikan kebutuhan yang layak, melainkan menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan, menghindari perilaku berlebihan, dan mempertimbangkan manfaatnya.

Baca Juga  APPBI Sambut Baik Pelonggaran Kebijakan PPKM Level 4

Nilai tersebut relevan dengan upaya membangun budaya kerja yang efisien dan berkelanjutan di lingkungan Otorita IKN. Penerapannya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan air dan listrik seperlunya, mengurangi sisa makanan, menjaga kebersihan lingkungan kerja, serta memanfaatkan fasilitas kantor secara bijak.

Dalam pembangunan IKN, penguatan karakter sumber daya manusia menjadi bagian penting selain pembangunan infrastruktur dan tata kelola. Integritas, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan diharapkan turut mendukung terciptanya budaya kerja yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Baca Juga  Hindari Kecelakaan, Ini Usulan Angkutan Umum TransJakarta

Melalui pengajian rutin ini, nilai-nilai Islam diharapkan semakin diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Bersyukur tidak hanya berarti mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menjaga nikmat agar tidak disia-siakan dan menggunakannya secara bertanggung jawab. (fnd)

News Feed